Ini Lomba 17-an Yang Menurut Lakban Kurang 'Merdeka' Jika Dilihat

WHAT`S UP
mading
Photo: Lakeybanget.com

LAKEYBANGET.COM - Tanggal 18 Agustus sampai akhir Agustus nantinya memang biasanya dilakukan kegiatan-kegiatan perlombaan untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Namun tidak sedikit juga yang mengadakan perlombaan sebelum tanggal; 17 Agustus, agar bisa memberikan hadiah kepada pemenang dihari kemerdekaan. Nah, bukan masalah hadiah, tapi lakban pengen ngomongin masalah lomba, seluruh umat manusia di Indonesia tentunya sudah tau lomba yang sering diadakan, baik dari Lakban kecil sampai Lakban punya anak kecil lagi, itu-itu juga perlombaannya. Mulai dari balap karung, makan kerupuk, hingga tarik tambang. Namun, buat Lakban ada hal yang tidak menunjukkan kita merdeka dalam perlombaan tersebut, ini dia lomba dan alasannya :

Makan kerupuk



Lomba makan kerupuk, masih ingat diingatan dimana saat kecil Lakban ikut perlombaan ini. meliohat kerupuk digantung dan kita memakannya tanpa boleh dipegang. Itu layaknya tahanan kompeni pada saat penjajahan dulu. Dari situ Lakban nggak menghabiskan kerupuknya dan keluar dari perlombaan. Menurut Lakban lomba makan kerupuk tidak menunjukkan merdeka, padahal kita memperingati hari kemerdekaan lho. Ada kok yang lebih enak dan menunjukkan kita benar-benar merdeka, yaitu lomba makan kerupuk terbanyak. Itu berarti kita merdeka, bukan dijajah lagi.

Balap karung



Disaat para atlet lari di Olimpiade brasil berlari lepas sekuat tenaga tidak ada yang mengekang untuk menjadi yang terdepan, eh di indonesia saat perayaan hari kemerdekaan malah balap karung. Memang sih semua perlombaan itu katanya punya filosofi berjuang atau bersakit-sakit dahulu dan terima hadiah kemudian. dan juga itu buat asik-asikkan aja juga katanya. Tapi, ayo dong, 2016 pilih kegiatan yang cerdas dan tepat, karena banyak kegiatan lomba yang mencerminkan apa yang dimaksudkan oleh pembuat perlombaan balap karung itu, nggak harus jatoh-jatohan, susah payah terkekang oleh karung, kita merdeka lho bukan nggak buat PR.

Nah, itu menurut Lakban lho, kalo ada yang berfikiran bahwa bagus, buat seneng-seengan aja, atau memang filosofinya untuk mengenang saat para pahlawan menderita pada era dulu, its ok kok, semua bebas berpendapatkan yah..Ayo yang mau nambahin lagi silahkan..