Selangkah Lebih Dekat Menuju Cita-cita Bersama Program Indonesia Pintar

WHAT`S UP
mading
Photo: Risqi Aprilianingsih mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar.

LAKEYBANGET.COM - Merdekanya Indonesia tak bisa dilepaskan dari peran kaum terpelajar. Sukarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, Agus Salim merupakan para founding fathers Indonesia yang berlatar kaum terpelajar dan berperan vital bagi kemerdekaan Indonesia. Kini, berbilang puluhan tahun setelahnya, pendidikan tetap merupakan bagian esensial dalam membangun bangsa.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI turut peduli pada pembangunan pendidikan di Indonesia. Diantaranya melalui Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Indonesia Bagian Timur (IBT).

Di Program Indonesia Pintar, BNI merupakan bank penyalur bagi pencairan dana. Siswa yang berhak, dibuatkan akun tersendiri, serta dapat mencairkannya dengan membawa kartu pelajar.

Bagi Risqi Aprilianingsih penerima Program Indonesia Pintar yang kini tengah menempuh pendidikan di kelas 12 SMA Negeri 2 Pati, dia mendapatkan manfaat begitu banyak dari program pemerintah tersebut.

“Alhamdulillah saya mendapat Beasiswa Program Indonesia Pintar. Jadi saya lebih percaya diri untuk sekolah karena latar belakang keluarga saya yang kurang mampu. Karena Program Indonesia Pintar sangat membantu bagi siswa-siswa yang kurang mampu yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Risqi yang bercita-cita jadi Dokter Gigi ini.



Sosok berkacamata ini merupakan siswi berprestasi. Sejak dari SD dirinya mendapatkan beasiswa hingga kini di kelas 12 pun, dia mendapatkan beasiswa.

“Bersama teman di kelas 12 menjadi juara 2 duta kesehatan sekabupaten. Menjadi juara tingkat kabupaten Cipta Puisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N),” urai Risqi yang menyukai puisi-puisi Chairil Anwar dan Taufiq Ismail ini.

Jika Taufiq Ismail merupakan Dokter Hewan, maka Risqi Aprilianingsih memiliki cita-cita sebagai Dokter Gigi. Untuk mencapai mimpinya itu, Risqi menempuh jalan perjuangan diantaranya dengan memilih SMA Negeri 2 Pati.

“Ingin menambah pengalaman. Berada di sini mengenal banyak teman, karakteristik. Ngekos, ada enak dan tidak enaknya. Enaknya jadi disiplin, mandiri, bisa me-manage pengeluaran dan berhemat. Sedangkan nggak enaknya, lagi ada masalah, nggak bisa langsung cerita dengan orangtua,” terang Risqi membeberkan lika-liku ngekosnya di usia muda.

Anak pertama dari 2 bersaudara ini memang telah “tahan banting” dan seorang pejuang sejak belia.

“Ayah saya buruh di pasar yang kerjanya 2 hari sekali. Sampingan pekerjaan ayah saya menjadi penjahit terpal. Sedangkan ibu kadang kerja serabutan bagi tetangga yang membutuhkan tenaga kerja,” tutur Risqi menceritakan pekerjaan orangtuanya. “Saya pernah bekerja sebagai laundry di rumah. Ketika SMA menjadi pedagang kerudung dan menjual pulsa,” tambah siswi berhijab ini.

Risqi Aprilianingsih yang mendapatkan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) ini sendiri berpesan kepada segenap rekan segenerasinya.

“Jangan risau, ragu dalam mengejar cita-cita, memacu impian yang lebih tinggi. Pemerintah telah memfasilitasi melalui berbagai program beasiswa diantaranya Program Indonesia Pintar. Asal kita bersemangat dan mampu menjadi lebih baik,” pesan Risqi.