9 Jenis Fauna Yang Ditemukan Di Kawasan Mangrove Jepara

WHAT`S UP
mading
Photo: 9 Jenis Fauna Yang Ditemukan Di Kawasan Mangrove Jepara

LAKEYBANGET.COM-  Ada banyak fauna lucu dan unik di hutan mangrove Teluk Awur Jepara. Namun sayang, habitat mereka terancam karena penebangan dan perusakan pohon mangrove. Padahal, hutan mangrove digunakan sebagai tempat berteduh sekaligus beranak-pinak bagi fauna-fauna mangrove itu. Penduduk sekitar tak menyadari, dibalik hutan mangrove, ada kehidupan lain layaknya kehidupan mereka. Mereka kurang peduli dengan ekosistem mangrove di sekitarnya. Hal ini terlihat dari semakin menipisnya vegetasi mangrove yang ada. Bahkan beberapa waktu lalu, sempat tersiar kabar ada oknum masyarakat yang sengaja menebangi pohon mangrove tersebut.

Ini berbahaya, karena habitat fauna-fauna mangrove itu bisa terancam. Harus segera diberikan pengertian kepada masyarakat sekitar, kalau fauna-fauna mangrove juga memiliki kehidupan layaknya manusia. Mereka makhluk hidup seperti kita. Untuk memberikan informasi, pendidikan dan pengetahuan tentang fauna-fauna mangrove itulah, KeSEMaT pada tahun 2004 sempat memfilmkan fauna-fauna mangrove di hutan mangrove Teluk Awur dan Tanggul Tlare, Jepara.

Pembuatan film dokumenter berjudul ‘Di Bawah Akar Bakau’ ini, didanai oleh WI-IP (Wetlands International Indonesia Programme) yang kemudian menunjuk KeSEMaT sebagai pelaksananya. Ada sembilan spesies fauna mangrove yang difilmkan. Masing-masing memiliki karakter dan sifat tersendiri yang unik. Berikut ini adalah mereka.

1. Kepiting Laga/Fiddler Crab (Uca sp)



Kepiting Laga terdiri dari beragam spesies. Terdapat 80 spesies Kepiting Laga di seluruh dunia. Warnanya sangat beragam. Semua warna, hampir bisa dipastikan terdapat dikarapasnya yang berwarna-warni bak pelangi.

Disebut juga dengan Kepiting Pemain Biola atau Fiddler Crab. Disebut demikian, karena gerakan capitnya mirip sekali dengan gerakan pemain biola saat menggesek alat musik itu. Nama ilmiahnya adalah Uca sp. Uca adalah kepiting kecil bersapit besar. Dia sering ditemukan mencari makanan di daerah berpasir, habitat favoritnya.

Kepiting jantan memiliki capit besar sebelah, sedangkan kepiting betinanya, mempunyai sepasang capit kecil yang sama. Uca sering terlihat bersosialisasi di tempat yang panas. Mereka bisa hidup pada lingkungan bersuhu tinggi, karena memiliki kemampuan beradaptasi pada variasi suhu dan salinitas yang lebar.

Uca jantan sering bertarung untuk memperebutkan Uca betina. Mereka memiliki pola sosialisasi yang unik. Secara bersama-sama, mereka menjaga satu buah lubang.