Kamera Mirrorless yang Cocok bagi Pemula

Jepret
Edu-Jepret
Photo: sumberfoto : dpreview.com

Membeli kamera tentu punya banyak pertimbangan. Antara lain kebutuhan dan ketersediaan dana. Tanpa pertimbangan yang matang, kita bisa salah pilih. Bisa jadi kita akan mendapatkan kamera yang tidak memenuhi pencapaian yang kita inginkan. Alias kemampuannya di bawah ekspektasi kita. Atau justru sebaliknya, kita mendapatkan kamera yang terlalu ‘mahal’ sedangkan kebutuhan kita tidak sebesar kemampuan kamera itu.

Kali ini, kita akan sajikan ulasan ringan tentang kamera mirrorless untuk pemula. Kenapa mirrorless, karena kamera ini memiliki kelebihan ringkas, viewfinder elektroniknya bisa menampilkan apa yang kita intip dengan segala pengaturan kamera mendekati apa yang akan dihasilkan jepretannya. Itu bila dibandingkan dengan kamera DSLR yang relatif besar, berat, dan apa yang terlihat di viewfindernya tidak mengakomodasi semua pengaturan yang kita pilih.

Kelas entry-level adalah kelas untuk pengguna pemula. Anda yang selama ini menggunakan kamera smartphone untuk mengabadikan momen dalam foto maupun video cocok untuk menggunakan kamera ini untuk mendapatkan kepuasan yang lebih tinggi. Secara prinsip kamera mirrorless yang berarti tanpa cermin adalah teknologi yang sama dengan kamera smartphone yang sering kita gunakan. Penggunaan cerminlah yang membuat kamera pada umumnya termasuk DSLR menjadi relatif lebih besar ukurannya. Salah satu kelemahan utamanya adalah batere yang relatif boros untuk penggunaan viewfinder elektronisnya.     

Kita akan memulai ulasan ini dengan mengupas kamera Canon EOS M100. Kemudian membandingkannya dengan beberapa kamera di kelas yang sama. Kamera Canon mirrorless terbaru untuk kelas entry-level alias diperuntukkan bagi pemula ini berada di kisaran harga 7 juta Rupiah. Pesaingnya Sony a6000 boleh dikata paling senior di kelas ini tapi tetap menjadi proposisi nilai yang bagus. Sementara Panasonic GX850 adalah satu-satunya kamera di sini yang memiliki kemampuan video shooting 4K, dan ukurannya pun sedikit lebih kecil dari M100, namun dilengkapi dengan sensor M43 yang lebih kecil, yang berdampak pada kualitas gambar diam pada pengaturan sensitivitas ISO menengah dan tinggi.

Meskipun lumayan kecil (dan lebih murah) daripada saudara kandung M5 dan M6 yang lebih tinggi, ia dilengkapi dengan sensor APS-C 24MP yang sama yang dilengkapi dengan autofocus Dual Pixel yang sangat baik. Ini juga memiliki prosesor Canon DIGIC 7 terbaru, serta Wi-Fi dengan NFC dan Bluetooth untuk konektivitas. Kontrol dengan Touchscreen menjadi ciri khas kamera yang ramah bagi pengguna pemula.  

Kecil, ringan, dan karena sensor APS-C yang besar, hampir selalu mampu menghasilkan foto yang lebih baik daripada smartphone manapun. Tepat ditawarkan pada khalayak sasaran, bahkan ada tombol 'Wireless' khusus untuk membuatnya semudah mungkin untuk mengunggah gambar Anda dari M100 ke Facebook dan Instagram.

Fitur Utama utamanya Sensor CMOS APS-C 24MP, Dual Pixel autofocus untuk stills dan video Prosesor DIGIC 7, 3 "  flip LCD,  burst-shoot 6fps (4fps dengan continuous AF), Video 1080 / 60p dengan IS digital, Wi-Fi dan NFC dengan Bluetooth, 295 baterai automatic shoot (via CIPA)

EOS M100 bukan tanpa persaingan dari kamera lensa lain yang saling dipertukarkan, yang semuanya menawarkan kualitas gambar di atas dan di luar kamera smartphone biasa. Pengguna yang mempertimbangkan harga cenderung melirik Panasonic Lumix GX850, Olympus PEN E-PL8, Fujifilm X-A3 dan bahkan Sony A6000.

EOS M100 termasuk kamera yang paling ramah  dalam kelompok ini, untuk pengguna baru. Memiliki kontrol fisik paling sedikit, dan memiliki kelebihan untuk memfokuskan dan memanipulasi pengaturan di layar dalam mode Auto.