Tips Cegah Hoax

WHAT`S UP
#TrendingNow
Photo: Ilustrasi. (ist)

LAKEYBANGET.COM - Hoax (berita palsu) merupakan fenomena yang marak terjadi di tengah ketermajuan teknologi informasi dewasa ini. Efek dari penyebaran hoax bahkan dapat membuat berbagai pihak saling bertikai sehingga menimbulkan situasi yang tidak kondusif di masyarakat.

Entah disengaja atau tidak, kita juga bisa menjadi orang yang menyebarkan kebohongan, sehingga merusak kredibilitas. Untuk mengatasinya, berikut tips mencegah hoax seperti dilansir dari The New York Times:

1. Batasi argumen yang mendukung kesalahan informasi

Hentikan ikut serta dalam berargumen mengenai informasi hoax. Hal itu disampaikan Kathleen Hall Jamieson, Direktur Pusat Kebijakan Publik Annenberg di University of Pennsylvania dan pendiri FactCheck. org.

Dia mengatakan bahwa mengulangi argumen yang mendukung kesalahan informasi dapat secara tidak sengaja memperkuatnya, dengan kata lain memperkuat pertahanan melawan kebenaran.

Terutama ketika kebohongan menawarkan penjelasan yang lebih sederhana daripada kebenaran, seperti argumen yang mendiskreditkan vaksin terhadap campak, gondok dan rubella pada awal autisme.

2. Skeptisisme

Skeptis saat membongkar informasi juga sangat berguna. Skeptis ini tentu bukanlah sikap apatis yang menganggap semua informasi salah.

Melainkan sikap skeptis mendorong kita untuk selalu memastikan kebenaran informasi yang kita dapatkan, sehingga bisa memilah mana informasi yang kita butuhkan, yang tidak kita butuhkan maupun informasi bohong yang disebarkan dengan maksud buruk.

3. Hadirkan Informasi Baru

Memberikan informasi baru sangat efektif dalam kesalahan informasi yang tidak beres. Informasi baru tersebut memungkinkan orang memperbarui pemahaman mereka tentang kejadian, membenarkan mengapa mereka jatuh karena kesalahannya.

4. Video

Ternyata, video bisa bekerja lebih baik dari pada teks. Dalam sebuah penelitiannya, Jamieson bersama penulis lain menemukan bahwa video dapat sangat berguna untuk memperbaiki kesalahan informasi. Pengecekan fakta lewat video tampaknya "meningkatkan perhatian dan mengurangi kebingungan" dibandingkan dengan teks.