Ngepoin Imlek Biar Melek

WHAT`S UP
#TrendingNow
Photo: dailymail.co.uk

Musim Semi tiba di beberapa negara, terutama di dataran Tiongkok.  Perayaan seiring berlalunya musim dingin inilah yang kemudian disebut dengan Imlek, sebuah rangkaian acara Festival Musim Semi. Datangnya musim semi memang perlu dirayakan. Betapa tidak. Setelah musim dingin yang dingin dan beku semua orang akan berbahagia. Bunga bermekaran. Dan kehangatan menyapa setiap orang.   

Kalender Cina berdasarkan perputaran bulan, sama dengan Hijriyah. Maka kita sering mendengar Imlek juga disebut sebagai Lunar New Year. Namun, Imlek menjadi penanda datangnya musim semi. Jadi boleh dikata hitungannya jadi hampir sama dengan kalender matahari.  

Ada banyak hal yang diidentikkan dengan Imlek, namun 4 hal berikut ini jangan sampai kamu lewatkan.

1. Warna Merah dan Bunyi Berisik

Mengapa merah? Warna ini dipakai saat Imlek untuk mengusir ‘Nian’ alias kejahatan yang mengincar dan mencelakakan orang saat Imlek. Ancaman Nian terutama ditujukan pada anak-anak.

Kelemahan Nian yang lain adalah bunyi berisik. Suara petasan digunakan untuk mengusir ‘Nian’ yang terlinganya sangat sensitif terhadap keberisikan. Suara musik yang berisik saat atraksi Barongsai juga simbol mengusir kejahatan.

Saat ini petasan banyak digantikan oleh ‘firework’ atau kembang api. Jadi kamu bisa menyaksikan kemeriahan Imlek kala kembang api yang indah menghiasi malam-malam festival ini.

2. Perayaan 15 hari

Boleh dikata ini perayaan tahun baru atau festival musim semi terpanjang. Selama 15 hari perayaan berlangsung. Saat hari pertama Imlek orang justru tinggal di rumah. Tidak mencuci, tidak bebersih. Tidak membuang sampah keluar rumah.

Mengapa? Itu simbol dari keberuntungan yang tak boleh dibuang. Baru pada hari kedua Tahun Baru diawali. Berkumpul dengan kerabat dan handai tolan. Jadi mirip lebaran di kampung kita. Macetnya Tiongkok juga luar biasa saat mereka ‘mudik’ . Tak hanya jalanan, hotel-hotel juga. Apalagi mereka yang berdiaspora ke seluruh dunia juga banyak yang ‘pulang kampung’ ke tanah leluhurnya.

Karena sepanjang akhir Januari hingga tengah Februari, negara-negara lain juga merayakan Lunar New Year. Beberapa negaranya antara lain Korea, Vietnam, dan Jepang.

3.  Makanan Manis

Kue keranjang adalah salah satu contoh makanan manis saat Imlek yang bisa kamu beli atau dapati di beberapa tempat.  Karena saat perayaan ini, makanan manis sangat penting. Semakin banyak manisnya, semakin manis keberuntungan di tahun mendatang.

Beberapa makanan khas yang bisa Anda coba antara lain nian gao atau puding nasi, babaofan, atau jau goks. Ada pula permen buah dan permen biji-bijian.

4. Hujan dan Keberutungan.

Bagi banyak orang, hujan menjelang atau saat Imlek adalah pertanda berkah dan keberuntungan. Hujan yang diharap datang tentu gerimis saja, bukan huajn lebat atau hujan badai.

Mengenai hal ini, hujan saat Imlek bukanlah suatu hal yang spesifik jadi penanda bagi masyarakat Tionghoa. Di Indonesia yang musim penghujannya jatuh pada bulan Oktober hingga Maret, maka hujan yang turun di bulan Pebruari saat awal musim semi hampir selalu terjadi.  

 

Budaya merayakan Imlek memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di negara tetangga geografis dengan China, termasuk Mongolia, Nepal, dan Bhutan.

Di China daratan, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan.

Gong Xi Fa Cai, Gong Xi, Gong Xi..