Jalan Menjadi Seorang Saintis (1)

WHAT`S UP
mading
Photo: (c) sciencemag.com

Kamu ingin jadi saintis? Kenapa tidak. Walaupun jalan panjang yang harus kamu tempuh dengan ketekunan dan kerja keras, namun kelak kamu akan menikmatinya sebagai tantangan yang akan membuat hidupmu berarti.

Kamu mungkin pernah baca tentang penemuan para ilmuwan yang telah mengubah dunia. Ya ilmuwan ada di berbagai disiplin ilmu. Baik matematika, sains, maupun ilmu sosial. Para ilmuwan teoritik di bidang sains pasti kuat juga pengetahuan matematisnya.

Rumus-rumus matematika yang dibuat para ilmuwan teoritis digunakan oleh para ilmuwan terapan. Hasil kerja ilmuwan terapan digunakan oleh para insinyur atau rekayasawan. Dan seterusnya. Kamu bisa mendalami ini dengan melihat pohon ilmu. Intinya, gadget yang kamu gunakan saat ini dan sekian perangkat teknologi yang kita manfaatkan berawal dari kerja para ilmuwan.

Seorang ilmuwan mempelajari semesta dan bagian-bagian dari semesta itu bekerja. Merumuskan hipotesis dari pengamatan awal, lalu menguji hipotesis itu dengan observasi dan eksperimen lanjutan dimana ia bisa mengukur hasil dan mengkonfirmasi atau menolak hipotesisnya. Para saintis dapat bekerja di universitas, perusahaan, atau pemerintahan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi untuk meneguhkan cita-citamu menjadi saintis!

Pilih SMU yang mendukung persiapan jadi saintis

Kamu harus mengikuti kelas yang mengajarkan kemampuan berpikir analitis dan kritis yang kamu perlukan untuk menjadi ilmuwan. Semua SMU bisa mengantarkanmu menjadi siswa yang siap untuk bersaing mendapatkan pendidikan sarjana yang bisa mengarahkanmu menjadi saintis. Guru-guru yang punya komitmen tinggi akan sangat membantumu dalam meraih kemampuan untuk bisa bersaing mendapatkan kursi perguruan tinggi yang kamu idamkan.

Namun ada beberapa referensi yang kamu bisa dapatkan terkait SMU yang secara khusus menyiapkan calon saintis. Beberapa diantaranya adalah boarding school atau sekolah berasrama.

Kamu harus mengkhususkan diri dalam matematika. Ilmuwan dalam ilmu fisik menggunakan banyak matematika, terutama aljabar, kalkulus dan geometri analitis, sementara ilmu pengetahuan biologi lebih jarang menggunakan matematika. Semua ilmuwan juga membutuhkan pengetahuan tentang statistik.

Jangan hanya mengikuti pelajaran sains di kelas. Ikut ekskul KIR misalnya atau ada komunitas sains di kelasmu?

Kamu perlu pengetahuan dasar berbagai disiplin ilmu

Pada dasarnya kamu akan menjadi ilmuwan yang mendalami suatu bidang secara spesifik. Namun ada kalanya peneleitianmu akan mengarahkan pada intergrasi berbagai disiplin ilmu. Meskipun kamu akan mengkhususkan diri pada disiplin tertentu nanti, kamu harus mengikuti kursus dasar biologi, kimia dan fisika untuk memberi dasar kamu pada dasar-dasar setiap sains, serta metode pengamatan ilmiah, membuat hipotesis dan bereksperimen.

Kamu juga dapat memilih mata pelajaran pilihan berdasarkan bidang minat atau untuk menemukan bidang minat baru untuk membantu kamu menentukan keahlian khususmu. Dalam satu atau dua tahun, kamu bisa berkomitmen pada cabang sains yang lebih spesifik.

Keterampilan dalam satu atau dua bahasa asing juga bisa membantu, untuk membaca karya ilmiah yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Bahasa yang paling membantu untuk dipelajari meliputi bahasa Prancis, Jerman dan Rusia.

Deklarasikan jurusan di bidang yang paling kamu minati

Setelah kamu memiliki dasar pengetahuan dan naluri sebagai ilmuwan maka lamu bisa memilih jurusan di cabang sains yang lebih spesifik. Planet? Medis? Psikologis? Ahli genetika? Pertanian?

Mungkin kamu bisa menentukan cabang spesifik sejak jenjang sarjana. Namun ada kalanya disiplin spesifikmu baru bisa kamu tentukan ketika kamu telah masuk di jenjang pasca sarjana.

Dapatkan kesempatan magang di perguruan tinggi

Sesegera mungkin kamu sudah terlibat dalam proyek penelitian yang dilakukan di kampus. Penelitian yang telah kamu lakukan, paper yang kamu tulis, presentasi yang kamu paparkan dapat menajdi portofolio bagimu. Hubungi pembimbing penelitianmu dan diskusikan keterlibatan apa yang bisa kamu lakukan dalam proyek penelitian mereka. 

Itu artinya kamu serius betul saat kuliah. Tekadmu kuat untuk menjadi saintis. Keterlibatanmu dalam aktivitas riset sejak awal akan memberimu pengalaman laboratorium bersertifikasi, yang akan sangat membantu untuk masuk sekolah pascasarjana dan mencari pekerjaan yang lebih serius nantinya.

Sempurnakan kemampuan menulismu

Kamu juga perlu menulis dengan baik sebagai ilmuwan, baik untuk mendapatkan hibah untuk riset kamu dan mempublikasikan hasil risetmu di jurnal ilmiah. Kelas dalam bahasa Inggris di sekolah menengah dan penulisan teknis di perguruan tinggi akan membantu mu memoles keahlian mu.

Selalu membaca jurnal ilmiah dan mengikuti bidangnya. Namamu akan berada di jurnal itu sendiri, pada waktunya. Lihatlah tulisan para ilmuwan itu dan kamu bisa melihat bagaimana struktur dan prinsip-prinsip penulisan yang bagus.

Okay Guys, ini beberapa gambaran awal buat kamu yang tertarik untuk jadi saintis. Atau bisa jadi motivasi buat kamu yang belum punya cita-cita mau jadi apa kelak. Jangan ragu dan tentukan pilihanmu. Tidak ada yang sulit kalau kita bersungguh-sungguh. Kalaupun ada yang terkesan sulut di awal, kelak akan diikuti dengan berbagai kemudahan.