Mila Jirin dan Single Reliji yang Mewarnai Hijrahnya

ShowBiz
Musik
Photo: istimewa

LAKEYBANGET- Debutnya sebagai penyanyi terasah dan terseleksi melalui ajang Akademi Fantasia 5. Seleksi dan kompetisi yang ketat di televisi Malaysia menjadi penanda bahwa kemampuan vokalnya memang di atas rata-rata. Lebih dari itu dia memiliki karakter suara yang khas. Dan, secara keseluruhan, ia memiliki aura seorang bintang.

Bakat di dunia tarik suara telah melambungkan popularitas Mila Jirin di seantero negri jiran, Malaysia.  Ia menjadi figur yang banyak disorot khalayak. Sisi-sisi kehidupannya menjadi ulasan di berbagai media. Salah satu momentum yang menjadi perhatian publik adalah keputusan Mila untuk berhijab. Hijrah dari penampilan yang seksi ke penampilan yang Islami.

Selepas ajang Akademi Fantasia 5, Mila Jirin tetap menapaki dunia tarik suara. Single dan albumnya mewarnai khazanah musik Malaysia.  Album bertitel Persis Mutiara yang terdiri dari 8 lagu menjadi penanda kiprahnya di blantika musik sebagi penyanyi profesional. Melalui hits Persis Mutiara, ia mendapat penghargaan lagu terbaik Anugerah ERA 2007 sebagai lagu pop terbaik.  

Pengakuan internasional didapat Mila dari Festival Musik Pop Internasional  XVII 2008 di Bulgaria. Ia menyabet gelar juara untuk kategori Lagu Terbaik  yang bertitel  Ilham di Matamu dengan komposer Ajai dan Loloq. Di ajang itu pula ia mendapat  Anugerah Istimiewa oleh oleh Komunitas Penggemar sebagai  "Most Talented Young Artist".

Popularitas Mila ditunjukkan saat lagunya diunduh tak kurang 500 ribu kali saat muncul di youtube. Dalam manajemen Astro, Mila tidak mendapatkan secara finansial dalam kerjasama selama tiga tahun. Setelah kerjasama per-proyek dengan beberapa fihak, kini Mila sudah memiliki manajemen sendiri.

Walau begitu, ia tak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Ia menikah dengan pria pengusaha ternama negeri Selangor. Bisnis suaminya yang mengelola katering terbilang sangat sukses. Bahu-membahu keluarga bahagia ini membangun mahligai rumah tangga. Kesuksesan dan keberhasilan bisnis mereka semakin kokoh dan gemilang. Dukungan dari suaminya untuk terus berkarya di jalur musik reliji membuat langkahnya semakin mantap.

Mila sendiri saat ini banyak berkhidmat pada aktivitas sosial. Seluruh pendapatannya dari musik disumbangkannya untuk amal atau charity. Tak lepas dari rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan karuniaNya. Mila dan suaminya yang merupakan seorang pengusaha ternama di Selangor hidup berkecukupan bahkan di atas rata-rata. Maka aktivitas bermusik menjadi semakin bermakna sebagai syiar dan dakwah

Melalui dunia maya, Mila berkenalan dengan Sigit Baskara, musisi Yogyakarta yang konsen dengan musik-musik reliji. Sigit serius mengemban misi untuk menyampaikan pesan profetik dan edukatif lewat musik. Keseriusan Siugit  di latar belakangi oleh keyakinan, pengetahuan, dan pengalaman spititualnya.  

Sigit juga sangat terbuka dalam membangun kerjasama dengan berbagai fihak. Bertukar gagasan dan menindaklanjuti diskusi tentang Islam dan musik dengan Sigit akan membawa pada agenda aksi. Maka, gayung pun bersambut. Tekad dan pengharapan pun bertaut. Saat Mila Jirin mengontak Sigit via medsos, didorong oleh ketertarikan Mila pada lagu Fatamorgana yang dibawakan di Youtube oleh Sigit dan The Q.

Kolaborasi Mila dan Sigit diwujudkan dalam dua single, lagu Fatamorgana versi Bahasa Inggris dan lagu Adam dan Hawa. Momen yang tepat bagi keduanya untuk menawarkan musik reliji kala bulan Ramadhan segera tiba. Aransemen yang digarap Sigit akan terdengar begitu menyentuh kalbu saat suara Mila menyampaikan pesan-pesan langit dalam lagu Fatamorgana. Dan pesan itu akan mendunia karena dibawakan dalam Bahasa Inggris.

Bila rekaman ini sudah selesai dan dirilis Mila berencana untuk melindungi hak cipta karya ini di negaranya. Di Malaysia lembaga yang mengurus royalty adalah RIM atau Recording Industry Association of Malaysia (RIM). Persatuan Industri Rekaman Malaysia ini adalah suatu organisasi yang menaungi seluruh industri rekaman di Malaysia yang didirikan pada 12 Desember 1978.

Mila pernah mendengar beberapa referensi lagu reliji karya musisi Indonesia. Namun hatinya terpaut pada lagu Fatamorgana karya Sigit Baskara. Saat itu dia belum bisa menghubungi Sigit, dan baru pada tahun 2018 ini dia bisa berkomunikasi dan mewujudkan mimpinya untuk bisa melantunkan lagu Fatamorgana. Juga satu lagu lainnya yang berjudul Adam dan Hawa.  

Mila berharap karyanya bisa diterima masyarakat Indonesia. Ia ingin seperti Sheila Madjid dan Siti Nurhaliza, yang banyak memiliki penggemar di Indonesia. MIla berharap ada fihak yang bisa membantu memperkenalkan dan mempopulerkan karya-karyanya kelak. Semoga mimpinya terwujud.