Menjadi Bioengineer? Wow!

WHAT`S UP
mading
Photo: (c) youtube

 

LAKEYBANGET- Buat kamu yang saat ini masih di jenjang SLTA mungkin kamu masih mencari bidang apa yang akan kamu tekuni sebagai profesi masa depanmu. Atau kamu yang sedang menempuh pendidikan sarjana juga sedang memikirkan apa spesialisasi yang akan kamu tekuni kelak.

Salah satu pekerjaan atau profesi yang diyakini akan banyak dicari di masa depan adalah profesi biomedical engineer atau insinyur biomedik. Jurusan teknologi biomedik sudah ada baik di jenjang S-1 maupun S-2 di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa prodi terkait juga diselenggarakan di jenjang diploma atau akademi.

Teknologi atau teknik biomedik  adalah penerapan prinsip-prinsip teknik dan konsep desain untuk kedokteran dan biologi untuk tujuan kesehatan (misalnya diagnostik atau terapi). Bidang ini berusaha untuk menutup kesenjangan antara teknik dan kedokteran, menggabungkan teknik desain dan pemecahan masalah teknik dengan ilmu biologi medis untuk meningkatkan layanan  kesehatan, termasuk diagnosis, pemantauan, dan terapi.

Rekayasa biomedis baru saja muncul sebagai studi tersendiri, dibandingkan dengan banyak bidang teknik lainnya.  Perkembangan dan kebutuhan di lapangan secara evolutif mendorong spesialisasi interdisipliner ini tumbuh menjadi salah satu disiplin ilmu tersendiri. Lulusan pendidikan biomedik banyak yang bekerja pada lini R & D atau penelitian dan pengembangan di perusahaan maupun lembaga publik.

Aplikasi teknik biomedis yang menonjol mencakup pengembangan prostesis biokompatibel, berbagai perangkat medis diagnostik dan terapeutik mulai dari peralatan klinis hingga mikro-implan, peralatan pencitraan umum seperti MRI dan EKG, pertumbuhan jaringan regeneratif, obat-obatan farmasi dan biologis terapeutik.

Biomedical engineer bekerjasama dengan para dokter, peneliti, dan terapis untuk mengembangkan sistem, peralatan, dan piranti yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai persoalan klinis.

Insinyur biomedis telah mengembangkan sejumlah teknologi yang meningkatkan kualitas hidup dan menyelamatkan nyawa manusia. Beberapa diantaranya adalah : Prostetik atau prostesa seperti gigi palsu dan penggantian anggota badan buatan. Di Indonesia banyak sekali kebutuhan prostesa yang belum ditangani secara profesional oleh ahli terstandar. Akhirnya banyak inisisatif dari kalangan pengguna sendiri, misalnya kaum difabel, untuk merancang dan memproduksi prostesa.

Selain itu, peralatan dan sistem bedah, seperti pembedahan robot dan laser. Teknologi pembedahan ini berkembang pesat. Para ahli bedah dengan sub spesialisasi tertentu dihadapkan pada tantangan untuk mempelajari dan menerapkan teknologi pembedahan terbaru.  

Yang juga termasuk di dalamnya adalah sistem untuk memantau tanda-tanda vital dan kimia darah. Kita bisa melihat berbagai perangkat canggih kedokteran di ruang ICU atau ICCU. Walau di ruang tindakan gawat darurat pun mungkin bisa kita temukan. Secara sistemik, pada kondisi kritis, berbagai peralatan itu memantau dan mengambil alih fungsi tubuh.

Contoh lainnya adalah perangkat yang ditanamkan, seperti pompa insulin, alat pacu jantung dan organ buatan. Atau metode pencitraan, seperti ultrasound, sinar-X, pancaran partikel dan resonansi magnetik. Juga diagnostik, seperti lab-on-a-chip dan sistem pakar. Peralatan dan perangkat terapi lainnya , seperti dialisis ginjal dan stimulasi saraf listrik transkutan (TENS), terapi radiasi menggunakan sinar partikel dan sinar-X dan  perangkat terapi fisik, seperti peralatan olahraga dan teknologi yang dapat dikenakan.

Jadi kalau kamu berminat dan memiliki passion di bidang teknik, biologi, dan kedokteran maka tak ada salahnya kamu mempertimbangkan untuk menjadi seorang bioengineer.