Perlu Bantuan Asisten Virtual?

WHAT`S UP
mading
Photo: virtual assistant/ collage

LAKEYBANGET- Suatu waktu, kamu sudah membuat sebuah presentasi yang bagus. Siap dipaparkan dan janji pun sudah dibuat dengan guru, dosen, atau klien. Eh, ternyata kamu salah jadwal. Bubar deh semuanya. Atau kamu terlambat karena lupa waktu di tengah tumpukan pekerjaan yang lain.  

Di situlah kamu perlu asisten. Dan karena ini zaman digital, maka virtual asisten menjadi salah satu pilihannya. Karena mencari seorang asisten yang handal bukan perkara mudah. Pun belum tentu kita cocok atau mampu menggajinya.

Asisten semakin diperlukan dalam hidup yang semakin sibuk. Banyak pekerjaan yang seakan tak ada habisnya. Dari tugas yang bersifat konseptual hingga praktis. Dari yang bersifat umum hingga detail. Semuanya penting dan sangat penting. Kadang bahkan hal yang dirasa gak begitu penting malah menimbulkan persoalan besar dan menghancurkan kepentingan yang utama.

Asisten virtual yang akan dibahas di artikel ini adalah piranti lunak, atau yang dikenal dalam kategori software agent. Layanan ini adalah bentuk mutakhir dari salah satu perkembangan artificial intelligent atau kecerdasan buatan.

Apa tugas dan layanan yang diberikan? Dari informasi cuaca, pengingat jadwal, alarm,  daftar belanja, daftar tugas yang harus diselesaikan, hingga menjawab pertanyaan faktual yang kamu butuhkan dan tiba-tiba saja kamu perlukan.

Bagaimana pengguna mengaksesnya? Yang paling populer adalah dengan tiga cara yaitu secara tekstual, mode suara, atau unggah gambar. Kamu bisa bertanya ke asisten virtualmu layaknya kamu sedang sms-an atau chatting dengannya. Atau kamu bisa menggunakan mode suara –biasanya dalam bahasa Inggris- untuk bertanya atau minta bantuan bila kamu sedang nyetir kendaraan atau mengetik tugas lain dengan jemarimu. Atau kamu bisa mengunggah gambar dan piranti lunak asisten virtual akan menganalisanya, fakta seputar gambar itu.

Saat ini banyak pilihan asisten virtual. Namun yang paling populer adalah  Google Assistant, Siri yang dikembangkan Apple, dan Alexa milik Amazon. Di AS, Siri menempati peringkat pertama dengan penggunaan sebesar 34% disusul Google Assistant 19%, dan Alexa 6%. Prosentase sisanya ya menggunakan piranti lunak yang lain.

Google Assistant dikembangkan untuk memperluas layanan yang sebelumnya telah diberikan oleh Google Now. Jadi saat kamu memulai harimu kamu bisa bayangkan ada asisten yang mengingatkan apa saja jadwal kegiatanmu, jam berapa saja, siapa yang harus kamu telpon atau kirimi email, bagaimana cuaca di sekitar rumah hingga kantor atau tempatmu akan meeting dengan rekanmu hari ini.

Google Assistant dinilai lebih baik dan responsif. Pengembangnya mengklaim bahwa piranti ini adalah hasil dari perubahan alamiah. Seiring riset atas kebutuhan pengguna Google. Percakapan dua arah atau interaktif antara manusia dan mesin terjalin semakin intens. Pencarian fakta pun menjadi semakin akurat. 

Piranti Siri yang dikembangkan Apple juga handal. Namun tentu saja terikat dengan sistem operasi dan perangkat keras produksi Apple. Dari ujicoba penggunaannya, piranti ini mampu menjawab dengan akurat setara dengan kemampuan Google Assistant.

Daftar apa saja yang harus kamu siapkan dan kerjakan juga diingatkan oleh asisten virtualmu. Yang lebih dahsyat lagi, bila kamu memerlukan data dan fakta tentang berbagai hal, kamu bisa mendapatkan jawaban bahkan referensi penunjangnya. Jadi saat kamu menyelesaikan tugasmu, kamu seperti didampingi seorang ‘Pendekar Segala Tahu’.

Dunia semakin kompetetif. Kamu bersaing dengan ketat dalam studi dan kerja. Hingga kamu harus mempertimbangkan untuk memiliki kinerja seprofesional mungkin. Di sisi lain, kamu juga perlu mengurangi beban pikiranmu dan menyerahkannya kepada asisten virtualmu agar tidurmu lebuh nyenyak.