Sulitkah Mencari Kerja di Era Digital?

WHAT`S UP
mading
Photo: digital worker (c) behance.net


KAMU mungkin sudah mendengar selentingan kalau di masa kini dan masa depan pekerjaan akan semakin sulit. Benarkah? Tentu jawabannya relatif. Bagi mereka yang memiliki kompetensi dan pintar membaca peluang pastilah tidak demikian. Karena mereka telah menyiapkan diri dan menyesuaikan keahlian yang dimilikinya dengan kebutuhan industri di era digital.

Banyak hal yang perlu dikaji. Setidaknya kamu bisa memperbanyak referensi tentang pekerjaan apa yang akan hilang dan pekerjaan apa yang akan tumbuh di masa mendatang. Mungkin banyak juga pekerjaan yang akan tetap atau bertahan namun memerlukan penyesuaian. Terutama terkait dengan kemampuan yang menghubungkan manusia dengan mesin, manusia dengan sistem, manusia dengan manusia lain yang berada dalam jarak yang jauh.



Jangan lagi ada kesan kamu gaptek. Sepandai apapun kamu dalam suatu disiplin ilmu, kalau kamu tidak mengikuti perkembangan dan menguasai teknologi akan sangat merugikan dalam konteks mencari kerja. Dan jangan berhenti hanya jadi pengguna, kamu harus berupaya untuk produktif dan memberi nilai tambah. Bisa dengan merancang profil digitalmu, membuat video kreatif terkait keahlianmu, atau membuat presentasi multimedia tentang minat dan bakatmu.

Menaker RI Hanif Dhakiri menyebutkan strategi transformasi digitalisasi penting bagi bekal pekerja agar tidak terjadi guncangan pada sektor industri karena kalah bersaing. (Tempo, 21/12/2018). Ini yang harus kamu tindaklanjuti dengan agenda yang jelas. Dari mana kamu mulai belajar dan perkembangan apa yang kamu harapkan. Kamu tidak boleh larut dalam dunia maya sekeddar menjadi penggila medsos, kamu harus mampu menjadikan kemudahan teknologi digital ini sebagai peluang bahkan senjata untuk bersaing di era global.

Dengan menguasai teknologi digital sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing, kamu dan geng-mu dapat menunjukkan bahwa kamu ‘perform’ alias layak untuk menjadi pekerja profesional. Menyesuaikan diri agar tidak menjadi bagaian yang terdisrupsi oleh perubahan. Kamu tidak bisa bersantai-santai karena yang biasa-biasa saja akan tergilas. Hanya yang mampu berinovasi yang akan bertahan dan unggul.

Mencari kerja atau membuat usaha baru (start-up)? Itulah pilihannya karena kita harus memiliki pendapatan ekonomi untuk menopang kebutuhan hidup kita. Namun pada keduanya, kehadiran teknologi menjadi keniscayaan. Orang akan saling terhubung dengan teknologi, kolaborasi dalam kreasi akan semakin mewarnai. Sebuah produk industri, contohnya, akan melibatkan banyak individu yang terpisah jarak yang sangat jauh.