Ramadhan ala Milenial

Ramadhan Ala LAKBAN
#Ngabuburit
Photo: poster ramadhan

Anak muda milenial  memiliki karakter dan cara pandangnya sendiri. Tak terkecuali dalam soal spiritualitas dan relijiusitasnya. Generasi ini adalah generasi yang sadar informasi, penuh optimisme dan bergerak maju dengan kecepatan yang luar biasa dalam menyongsong masa depan. Dalam gerak cepatnya, mereka butuh inspirasi sekaligus pegangan moral.

Kala Ramadhan menjelang, generasi milenial menyambutnya dengan berbagai ungkapan, cara, dan gaya. Yang remaja masjid sibuk dengan rencana dan agendanya yang berjibun. Mulai dari mengkaji ajaran hingga aksi-aksi baksos. Bahkan tak jarang pula mereka menyelenggarakan panggung-panggung seni untuk apresiasi dan ekspresi, dari musik, fashion show hingga stand up comedy.

Ngabuburit dan bukber hampir pasti ada dalam agenda para millenials. Dengan teman alumni, teman sekelas, atau teman sesama anggota komunitas. Mungkin ada yang jadwal bukbernya sedemikian padat hingga koceknya terkuras untuk bukber. Tetapi itulah mereka dengan eksistensinya. Membiarkan tradisi bukber berlalu begitu saja akan membuat Ramadhan mereka menjadi ‘hampa’.

Di ranah medsos, ungkapan inspiratif mereka terkadang dibalut dalam bahasa yang jenaka. Tak luput emoticon dan stiker menyambut Ramadhan tahun ini pun menghiasi postingan-postingan yang bikin hari-hari ini punya makna.

Millenials juga menyadari Ramadhan membawa pesan sebagai bulan menahan diri. Status, postingan, cuitan, dan komen yang mengingatkan teman medsosnya  senantiasa bergema selama sebulan. Bahkan tak jarang diantara mereka yang mengurangi aktivitasnya di dunia maya. Kalaupun masih mengakses, lebih banyak baca materi kajian agama atau nonton ceramah di youtube.

Ramadhan berarti sebulan intensif menangkal hoax. Ini bisa menjadi momentum yang efektif untuk mengajak netizen terutama anak muda milenial untuk mempraktekkan nilai-nilai ajaran agama tentang kebenaran, ilmu pengetahuan, kejujuran, dan kehati-hatian dalam hidup termasuk di dunia digital.

Bagi anak muda, Ramadhan saatnya giat berbagi. Ini juga mewarnai aktivitas mereka yang menyadari bahwa puasa dengan menahan lapar dan haus mengarah pada membangun kepedulian pada si miskin. Buat yang mampu saatnya berzakat, infaq, dan sedekah untuk memberdayakan yang kurang beruntung secara ekonomi. Bahkan ada dari komunitas anak muda yang mengantarkan bantuan sampai ke daerah-daerah yang terpencil.

Tema berbagai kegiatan untuk menjadi generasi tangguh, saleh, sekaligus toleran menjadi penting dalam Ramdhan kali ini. Remaja dan anak gaul bisa diajak dalam forum-forum yang membangun kesadaran beragama sekaligus menyuarakan pesan damai. Agama dapat hadir dalam semangat dan motivasi untuk bertransformasi menjadi bangsa yang besar, ummat yang menjadi penentu arah peradaban.

Kalau semua agenda Ramadhan sudah dirancang dan dijalankan maka kelak akan tiba momen yang tak kalah pentingnya. Menjadi harapan millenials untuk membasuh diri dari dosa, menuju fitrah sejati. Memeluk dan menjabat tangan keluarga dan sahabat. Dalam keceriaan juga keharuan.