Bukan Mimpi Tinggal di Smart City (Bagian 2)

WHAT`S UP
mading
Photo: amstedam smartcity concepts

LAKBAN- Apa yang akan kamu tawarkan andai kamu kelak akan maju menjadi walikota? Program  yang akan kamu kembangkan sebagai calon walikota atau sebagai warga kota yang partisipatif perlu kamu pikirkan sejak saat ini. Perkembangan kota tempat tinggalmu semakin maju dan kamu tak boleh tertinggal tanpa terlibat dan menawarkan sesuatu.

Mana kota yang telah menerapkan program smart city? Amsterdam salah satunya. Kota ini adalah salah satu contoh Smart City terbaik yang menjadi rujukan kota-kota lainnya di dunia. Sejak 2009, ibukota Negeri Tulip  ini telah membangun 170 lebih kolaborasi antara warga, pemerintah, dan bisnis.

Proyek-proyek ini menghubungkan berbagai platform melalui piranti nirkabel mendukung pengambilan keputusan secara real time. Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sangat bermanfaat bagi semua fihak. Tujuan dari program ini adalah mengurangi kemacetan, menghemat energi, dan meningkatkan keselamatan publik.  

Salah satu yang menarik adalah pengembangan aplikasi Mobypark. Aplikasi yang terhubung dengan framework kota ini memungkinkan warga yang memiliki lahan parkir dapat menyewakannya kepada siapa saja yang membutuhkan. Aplikasi tersebut dapat mengantisipasi tingginya kebutuhan parkir dan menekan arus lalu lintas di jalanan.

Di sejumlah rumah juga diterapkan smart energy meters yang dapat mengurangi konsumsi energi. Sensor-sensor dipasang menjadi ‘mata’ dan ‘indera’ para penghuni rumah yang membantu pengatur cahaya, penagtur suhu udara, dan piranti lainnya berjalan dengan efisien. Isu efisiensi memang sudah menjadi isu lama, sejak dulu para penduduk kota-kota modern sudah berupaya untuk menekan penggunaan energi dan sumber daya lain dengan berbagai cara.    

Penanda Kota Cerdas lainnya adalah Flexible Street Lighting (smart lighting). Efisiensi energi dilakukan dengan mengatur kecerahan lampu lalu lintas menyesuaikan dengan tingkat bauran cahaya yang ada di sekitarnya. Langkah ini jauh melampaui kota lainnya yang mungkin masih menghadapi masalah lampu laulintas yang seringkali mati. Atau di kota yang pengguna jalannya sering menyerobot lampu merah.

Sementara itu, smart traffic management memungkinkan lalu lintas dipantau secara realtime oleh manajemen kota dan informasi terkait kondisi jalanan saat itu juga bisa dipantau para pengendara sehingga bisa mencari alternatif rute terbaik untuk mencapai tujuannya.

Dalam konteks pengawasan, kota pintar memantau warga melalui sensor yang ditempatkan secara strategis di sekitar lanskap perkotaan, yang mengumpulkan data mengenai berbagai faktor kehidupan perkotaan.

Dari sensor ini, data ditransmisikan, dikumpulkan, dan dianalisis oleh pemerintah dan otoritas lokal lainnya untuk mengekstrapolasi informasi tentang tantangan yang dihadapi kota di sektor seperti pencegahan kejahatan, manajemen lalu lintas, penggunaan energi dan pengurangan limbah.

Teknologi smart city telah mengembangkan aplikasi praktis dalam meningkatkan penegakan hukum yang efektif, optimalisasi layanan transportasi, dan peningkatan sistem infrastruktur penting, termasuk menyediakan layanan pemerintah lokal melalui platform e-Governance.