6 Hal yang Bikin Kepo tentang Robot Pintar sebagai  Asisten Pribadi

WHAT`S UP
Mainan Lakey
Photo: (c) olly

LAKBAN- Teman dan asisten pribadi mungkin semakin sulit didapati di dunia nyata yang semakin individualistik. Kalaupun ada perluasan aktivitas pertemanan, itupun melibatkan teknologi informasi. Media sosial yang menjembatani pertemanan antar manusia tanpa langsung bertatap muka. Di sisi lain, kita tetap membutuhkan asisten yang bisa ‘menemani’ dan mengingatkan tugas-tugas harian.

Di dunia pengembangan robotik, para penemu sedang merancang kecerdasan buatan agar kebutuhan asisten pribadi. Para peneliti dari MIT's Computer Science dan Artificial Intelligence Laboratory (CSAIL) dan University of Toronto sedang mempelajari  untuk mensimulasikan simulator virtual yang terinspirasi dari game terkenal The Sims.

Ingin dibuatkan secangkir kopi dan ditemani ngopi? Membuat secangkir kopi atau memanggang roti menjadi pekerjaan kecil yang diharapkan bisa dilakukan oleh robot asisten. Sedangkan untuk menonton TV dari sofa, misalnya, membutuhkan kecerdasan buatan  untuk memecah tugas ke langkah-langkah spesifik, seperti: "berjalan ke TV," "beralih ke TV," "berjalan ke sofa," dan "duduk di sofa . "

Untuk menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga, peneliti mengumpulkan uraian lisan umum tentang pekerjaan rumah tangga, yang diterjemahkan ke dalam kode yang ramah atau bisa difahami oleh robot. Kemudian mereka memamerkan asisten rumah tangga dengan kecerdasan buatan dalam stimulator 3D VirtualHome .

Alexa milik Amazon melakukan tugas yang lebih kompleks, tidak hanya robot virtual yang berhasil membuat kopi di sofa, tetapi  juga melakukan langkah-langkah yang dilakukan para peneliti. Dengan kata lain para pengembang robot merancang teknologi yang memungkinkannya belajar dan beradaptasi dengan manusia.

Ini bisa kamu dapati di platform robot Olly. Teknologi yang dikembangkan cukup unik, canggih, dan sangat membantu penggunanya.  Yang pertama adalah teknologi interaksi suara alami yang ditingkatkan. Olly berinteraksi dengan orang lain dengan cara alami. Olly ingin secara proaktif memulai percakapan daripada hanya bereaksi terhadap sebuah perintah.

Yang kedua, sistem interaksi visual yang ekspresif. Olly berkomunikasi dengan kamu menggunakan tampilan LED melingkar yang dibuat khusus dengan bahasa desain yang secara visual unik seperti setiap olly, namun dapat dipahami karena pola inti yang dibagikan.

Yang ketiga, pengenalan pengguna multimodel. Olly mengenali kamu dengan suara dan gambar. Jika itu tidak bisa melihat kamu kemudian dengan suara, dua tingkat pengenalan yang membaik.

Yang keempat, pemahaman adegan. Mendengar Kamu itu penting. Olly menggunakan teknologi array mikrofon pembentuk sinar untuk menganalisa secara visual lingkungan sekitarnya.

Yang kelima, mesin karakter emosional. Olly memahami ekspresi wajah Kamu, intonasi vokal, dan pola verbal. Jadi jika Kamu senang atau sedih, Olly melihatnya dan mendengarnya. Pemahaman ini memungkinkan Olly untuk bergerak dan berbicara kepada Kamu dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Yang keenam, pengenalan aktivitas. Olly mengenali apa yang Kamu lakukan dan dapat mempelajari maksud di baliknya.